Jumat, 12 Juni 2015

Berdo'alah

Allah itu tidak pernah ingkar janji. Dia berjanji akan mengabulkan doa setiap hambanya. Maka berdo'alah, berdo'alah... Kamu jangan berprasangka buruk. Kita memang tidak tahu bentuk pengabulan do'a itu dalam hal waktunya dan wujudnya. Tapi kepastian pengabulan itu adalah "JANJI".

Kamis, 11 Juni 2015

Persoalan Menejemen

Dibalik negara yang baik ada menejemen yang baik. Dibalik negara yang bobrok ada menejemen yang bobrok. Jadi persoalan negara miskin itu bukan persoalan SDM atau SDA yang kurang, tapi persoalan menejemen yang tidak dimainkan.

Usia masalah itu sama tuanya dengan usia manusia. Artinya sejak kali pertama penciptaan manusia di dunia, maka masalah-masalah selalu menyertainya. Pun soal perbedaan yang sering menjadi masalah antar manusia atau antar golongan. Janganlah didramatisir, apalagi diplintir-plintir. Ayolah, perbedaan itu sudah ada sejak dulu, maka yang "diatas" tinggal mengelolanya, memenejnya dengan baik. Agar yang dibawah tidak perlu berdarah-darah.

Selasa, 09 Juni 2015

Berprestasi di usia tua, kenapa tidak?

Beberapa waktu lalu temanku galau. Sampai-sampai Ia searching di google "apa manfaat butiran debu". Sebabnya adalah temanku  ini merasa menjadi butiran debu. Artinya Ia merasa tidak menjadi apa-apa di dunia ini. Ia terpukau dengan perempuan-perempuan hebat yang dapat keliling dunia. Ia silau dengan salah seorang perempuan muda yang memutuskan menikah di usia muda, berkarir secara gemilang, didukung suaminya, lalu puncaknya dapat memasarkan produknya ke Eropa. Wouw?? Iya wouw bangett. 

Kebetulan temanku ini seorang perempuan. Masih muda tapi merasa tua. Usianya baru seperempat abad lebih sedikit. Ia kelimpungan mencari jati diri, mencari adakah manfaat dirinya untuk orang lain. Berpengaruhkah dirinya bagi siapa saja, di usia yang setua ini (kata dia). 

Aku yang sama tuanya (jika menganut paham dia) santai-santai saja. "Lho kok bisa kamu sampai kehabisan akal untuk menjadi berguna? Bermanfaat?"

Di tengah-tengah kebuntuan akalnya, aku tersenyum bijak. "Tidak ada kata terlambat untuk menemukan bakat kita. Tidak ada batasan usia untuk berkarya", inilah kata-kata terkeren yang keluar dari mulut orang yang tak berprestasi seperti saya, hahaa.. Toh ternyata memang ada Jerry Reid, wisudawan S1 yang berusia 70 tahun di Universitas Virginia, USA. "Ingatlah, jalan yang kamu lewati tetap menantimu, disana. Yang harus kamu lakukan adalah bangkit dan kembali" katanya.

Ih si Jerry Read ini memang tua-tua keladi ya, makin tua makin jadi. Tua-tua keladi, makin tua makin berprestasi!Ahaa.. selamat! Selain Jerry Read, saya yakin masih banyak Jerry Read-Jerry Read lain diluar sana. Pokoknya mah untuk berprestasi, untuk menjadi baik, untuk bermanfaat buat sekitar, tidak terpatok pada usia.

Jumat, 29 Mei 2015

Jaman Momong

Di Widara Payung, Pantai Selatan Jawa, kami pernah meninggalkan jejak-jejak kegembiraan disana. Sederhana saja, dengan tiket tak lebih dari lima ribu.







Rabu, 27 Mei 2015

Donatur Kopi


Kopi dari donatur
Karena jujurlah rizki jadi melimpah. Ceritanya kan aku suka jujur ke orang-orang tuh bahwa aku suka kopi item. Dan menyenangkan sekali, kejujuran itu berbuah pada "kalau mereka punya stok kopi item, secara otomatis mereka pun ingat aku". Cuma inget?? Ya gak asik lah kalau cuma inget. Tapi jadi ingin mempersembahkan juga (pake bahasa mempersembahkan untuk menyamarkan kata "ngasih"). Lalu pastinya aku jadi berbunga-bunga,berseri-seri, alhamdulillah sekali.

Kali ini donatur kopi itu adalah temenku, Novi, dan saudaraku, mba Rusmiyati. Berkat kedermawanan mereka, untuk beberapa waktu ini aku bisa menikmati kopi gratis (tapi gulanya beli lho..., gasnya beli lho..., gak semua-muanya gratis). Sudah berminggu-minggu gak habis-habis nih.. Awet. Terimakasih berat pokoknya untuk para donatur. Ehmm... kode..., hahaa..

Ngomong-ngomong soal kopi pasti penggemarnya bukan aku saja. Di keluarga besarku sendiri ada komunitasnya. Sebut saja Lik Yati, tanteku yang wonder women ini dulu suka ngopi bareng aku di pedangan lik Sus. Tapi kopi tanpa pendamping akan merana kesepian. Lalu dicarilah mendoan atau pisang goreng anget untuk menemani. Pasangan serasi! Seru....

Selasa, 26 Mei 2015

Sindrom Cinderella

Jadikan setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah (Farida Hariyati). Perempuan kelahiran Purworejo ini menasehati saya untuk "effort" dalam segala hal; belajar, bahkan mencari jodoh. Jangan sampai terkena sindrom Cinderella kompleks, yaitu perempuan yang mengalami banyak penderitaan kemudian berharap ada pangeran atau keberuntungan yang tiba-tiba datang  menghampiri. "It's reality, no drama!".



Oleh-oleh?

Oleh-oleh apa yang cocok buat ponakan dan bapak ibunya? Cokelat? Kue tart? Manisan? Balon? 
Dwi Setyowati punya jawaban lain untuk kebingungan yang satu ini.

Oleh-oleh adalah tanda cinta, bentuk kasih sayang, persaudaraan atau persahabatan. Oleh-oleh itu tidak wajib tapi menjadi kepantasan bagi yang mampu. Oleh-oleh adalah media komunikasi bagi teman atau keluarga yang saling mengunjungi. Oleh-oleh adalah penanda, penanda bahwa sang pembawa oleh-oleh ingat pada seseorang yang ditinggalkannya saat bepergian ke tempat lain. Oleh-oleh adalah tradisi yang baik. Oleh-oleh adalah ekspresi simpati. Maka jika memungkinkan dan sanggup, aku ingin membawakan oleh-oleh saat datang ke tempat saudara atau teman.

Inilah oleh-oleh Dwi Setyowati unutk bapak/ibunya ponakan, Mata Banyu Bening. Mudah-mudahan oleh-oleh ini punya nilai manfaat jangka panjang...