Ikhlas adalah sebuah proses perjalanan yang panjang. Ia bukan pemberian yang tiba-tiba. Ikhlas seperti menempuh jalan terjal, mendaki dan melelahkan. Saat itulah-saat jalan kita sudah berasa mentok, saat menyadari kita tak bisa lagi berbuat apa-apa, ikhlas kemudian datang pelan-pelan, bersama hadirnya sumber kekuatan yang tak pernah bisa dimiliki oleh makhluk dengan segala keterbatasan: manusia. Karena itu ikhlas hanya dipunyai oleh orang-orang yang sepenuhnya meyakini ada sumber kekuatan diluar dirinya, yaitu Tuhan. Tanpa keyakinan ini, manusia akan memasuki ruang hampa dan kemarahan besar pada dirinya sendiri. Marah pada kelemahannya, marah pada ketidakberdayaannya.
Rabu, 23 Maret 2016
Sabtu, 19 Maret 2016
Menaklukan Diri
![]() |
| Puncak Merbabu |
Dalam setiap pertempuran selalu ada ambisi menaklukan. Dan dalam setiap penaklukan, yang paling sulit adalah menaklukan diri sendiri. Selalu ada pemberontakan tak masuk akal tapi dibenarkan oleh ego. Selalu ada seruan untuk membelakangi adab tapi kemudian diperturutkan oleh nafsu. Selalu ada kesempatan berbuat baik tapi kesombongan kita menampik. Selalu ada kesempatan kembali pada jalan-Nya tapi kedunguan kita menjauhkan. Ada apa dengan kita? Mengapa ego sulit ditaklukan, nafsu berontak saat ditundukan. Mengapa kecenderungan kita begitu besar untuk mencelakai diri sendiri?
Jumat, 11 Maret 2016
Aku Ingin Mengajakmu ke Bukit
Aku ingin mengajakmu ke bukit,
melewati kelelahan
lalu mencapai keindahan
bersama
melewati kelelahan
lalu mencapai keindahan
bersama
Jumat, 04 Maret 2016
Menjaga Niat Baik
Menjaga niat baik itu penting. Karena walaupun kita sudah berniat baik seringkali godaan untuk berbelok muncul di tengah jalan. Konsisten dan komitmen dengan apa yang sudah diniatkan adalah bekal mewujudkan niat itu sendiri.
Batavia, 5 Maret 2016
Batavia, 5 Maret 2016
Langganan:
Komentar (Atom)

