![]() |
| Puncak Merbabu |
Dalam setiap pertempuran selalu ada ambisi menaklukan. Dan dalam setiap penaklukan, yang paling sulit adalah menaklukan diri sendiri. Selalu ada pemberontakan tak masuk akal tapi dibenarkan oleh ego. Selalu ada seruan untuk membelakangi adab tapi kemudian diperturutkan oleh nafsu. Selalu ada kesempatan berbuat baik tapi kesombongan kita menampik. Selalu ada kesempatan kembali pada jalan-Nya tapi kedunguan kita menjauhkan. Ada apa dengan kita? Mengapa ego sulit ditaklukan, nafsu berontak saat ditundukan. Mengapa kecenderungan kita begitu besar untuk mencelakai diri sendiri?
Mungkin kita telah sengaja lupa atau melupakan. Telah memupuk dan menyirami kesombongan tiap hari, hingga Ia terus membesar, membesar dan membesar mengalahakan kepala kita sendiri. Kesombongan kita laksana pohon rindang yang daun-daunnya begitu rapat. Kita berteduh dibawahnya dengan nyaman. Merasa aman dari hujan lebat. Tak pernah tau hebatnya petir, tak pernah menduga dahsyatnya angin topan. Kita, cepat atau lambat bisa tertimpa oleh pohon kesombongan yang kita besarkan sendiri.
Bunuhlah, taklukan ego, sombong dan nafsumu! Sebelum mereka yang akan menikammu, membunuhmu pelan-pelan. Karena mereka adalah musuh dari jiwamu yang mulia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar