Jumat, 04 September 2015

Pandai-pandailah Berterimakasih

Ketika ada orang yang selalu merasa tidak puas dengan pemberian kita, ada dua kemungkinan; kita yang kurang atau dia yang tidak bersyukur. Maka pandai-pandailah berterimakasih. Karena rasanya dituntut untuk lebih itu tidak enak. Bayangkan saja jika  kita menghidangkan masakan untuk seseorang, lalu tanpa mengucapkan terimakasih orang tersebut berkomentar, "masakannya kurang asin, terlalu keras, kurang matang, terlalu lembek, terlalu ini terlalu itu," lalu yang terakhir dilepehkanlah makanan itu di depan mata kita. Rasanya seperti apa? Enak kan? Ya pasti enak...ahaa.. 

Selamat berakhir pekan, 

Ngopi dulu yuk biar gak tegang.., glek..srupuut...




Senin, 03 Agustus 2015

Ayah

Ngeliat aksi nekad seorang ayah yang menawarkan ginjalnya demi membiayai putrinya kuliah bikin merinding. Betapa cinta seorang ayah terhadap putrinya melebihi nyawanya, betapa untuk mendapatkan sesuatu butuh pengorbanan tingkat akhir, betapa tanggungjawab menjadi orangtua itu membikin syaraf-syaraf seseorang dituntut berpikir diluar normal, dan terakhir, betapa pendidikan itu sulit terjangkau oleh kalangan menengah bawah.

Minggu, 02 Agustus 2015

Cinta dan Ketulusan

Cinta dan ketulusan adalah seperangkat sistem yang tak bisa dipisahkan. Cinta bukanlah bisnis yang senantiasa mengharap keuntungan, cinta bukanlah sandiwara yang penuh kepura-puraan, cinta bukanlah ajang kompetisi yang membagi manusia menjadi dua; pemenang-pecundang, cinta bukanlah politik yang berambisi untuk mendominasi atau menguasai. Cinta adalah kebalikan dari itu semua, tidak mengharapakan keuntungan, tidak pura-pura, tidak menag-kalah, tidak pula mendominasi. Cinta adalah memberi, jujur, pasrah dan berbagi. Untuk itu semua cinta butuh ketulusan.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Peristiwa Bubat, Gajah Mada dihukum

 Kenapa ada semacam mitos orang Jawa tidak boleh menikah dengan orang Sunda?


Setelah sekian tahun menelan pesan yang menurut saya tak berdasar itu akhirnya saya temukan muara sejarahnya di serial novel Gajah Mada Hamukti Mosa. Novel ini merupakan salah satu masterpiecenya Langit Kresna Hariadi. Salah satu kesimpulan yang tidak terlalu mengejutkan setelah selesai membaca karya sastra ini adalah Saya Kuper. Kok bisa baru tau sejarah ini?? Itu kesimpulan sampingan. Selanjutnya mari kita buka lembaran karya ini.


Saat menikmati halaman demi halaman, Saya seperti ditarik ke masa silam, masa dimana masyarakat kita hidup di alam kerajaan. Saya pun semakin larut, merasa menjadi manusia abad 12. Menjadi penonton yang tau setiap detail peristiwa. 

Cerita berawal dari kecantikan Putri Dyah Pitaloka Citraresmi. Kecantikan inilah yang saya pahami sekarang menjadi icon bahwa setiap gadis sunda itu cantik. Bagaimana tidak, Putri dari Raja Sunda Galuh itu mampu meluluhlantahkan hati Raja Majapahit. Dan yang luar biasa, Raja Majapahit, Prabu Hayam Wuruk bisa tergila-gila pada Putri Dyah Pitaloka hanya dengan melihat sang Putri dalam lukisan. Ternyata hanya dengan gambar saja hati laki-laki bisa porak poranda.

Selasa, 28 Juli 2015

Banyu dan Bapaknya

Baru punya ponakan saja rasanya bungah ora lumprah, apalagi jika tiba gilirannya punya anak dari rahim sendiri, pasti aku akan menjadi ibu yang baik (Ups, pembahasan jadi mbleber-mbleber, haha.. mari fokus pada dua laki-laki menawan: kakaku dan anak laki-lakinya).

Senangnya menyaksikan keakraban yang di bangun kakaku, Toni dan anak laki-lakinya, Banyu. Mereka seperti teman bermain yang sebaya, hihi..

Yuk kita intip...














Minggu, 26 Juli 2015

Tidak Semangat, Pertanda Tidak Baik

Kubuat secangkir kopi dengan tidak terlalu bersemangat. Tidak semangat adalah pertanda tidak baik. Itu sudah pasti. Karena tidak semangat adalah energi negatif yang mudah menjalar ke seluruh kerja organ manusia. Tidak semangat berarti langkah kaki akan berjalan lamban, tanpa tenaga. Tidak semangat berarti sinar mata meredup seperti lampu yang kehabisan daya. Tidak semangat berarti dada tak tegap seperti pohon albasia yang melengkung kena puting beliung. Tidak semangat berarti nafas labil seperti mobil tua yang mogok-mogokan dalam jarak dekat. Tidak semangat berarti bibir kram yang menyebabkan berat untuk tersenyum. Aoh.., mengerikan sekali, apa bedanya tidak semangat dengan sakit stroke??

Sambil berjalan mondar-mandir, naik turun tangga, aku berusaha memulihkan semangat. Entah kapan dan dari mana datangnya, aku berharap semangat segera kembali ke relung jiwaku. Aku tak ingin berpisah lama-lama dengan semangat. Apalah arti hidup ini tanpa semangat menyertai? Sambil komat-kamit aku panggili semangat, "Semangat, datanglah... datanglah... Ayo semangat, jangan tinggalkan aku, bawa aku kemana pun kau pergi,". 

Cling! Lalu semangat turun dari langit... Brrrrrrrrr!!!

Rabu, 01 Juli 2015

Seberapa Besar Kita?

Sebutir pasir di hamparan pantai yang luas, seberapa besarnya sih? Itulah kita. Yang merasa besar dan menyombongkan diri dalam kekecilannya. Seberapa besar kita? Sehingga sering meremehkan gelombang, merendahkan karang. Ingat, kita hanya sebutir pasir. Seberapa besar kita? Selalu berjalan mendongak, membusungkan dada.