Kamis, 18 Februari 2016

Kunci-kunci Komunikasi [ I ]

[Part I) 
Setiap orang pengennya dimengerti  tapi gagal dalam mengkomunikasikan ingin dan maksudnya. Kegagalan kayak gini seringkali bikin frustasi, tak sedikit pula berujung bunuh diri. Ah tragis sekali kalau makhluk yang diciptakan dengan kepandaian komunikasi ini tidak bisa mendayagunakan kemampuannya. Semua dari kita sebenarnya bisa mengungkapkan isi hati, maksud pikiran dan sejuta-juta ingin. Persoalannya tinggal kita mau jujur atau tidak, mau terbuka atau tidak. Paling enggak, ketika kita jujur, orang yang menerima pesan jadi tau betul apa keinginan kita. Karena minimalnya tahu dulu kan..., adapun keputusan apa yang akan diambil adalah sebuah konsekuensi setelah penerima pesan tau apa maksud dari pemberi pesan.

Rabu, 17 Februari 2016

Pencapaian Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan hanya bisa diserap oleh orang-orang yang mencarinya dengan rendah hati. Karena kesombongan dan ujub akan menjadi penghalang terbesar obyektivitas. Ingat, belajarlah dengan rendah hati! Dengan begitu pikiranmu akan terbuka selebar-lebarnya untuk menerima kebenaran dan segala kemungkinan-kemungkinan yang Tuhan ciptakan (Dwi Setyowati)

Batavia, 17 Februari 2016

Rabu, 06 Januari 2016

Berbedalah

Bercermin di air jernih
tapi wajah kita keruh
bercermin di air keruh 
tapi kita tak punya wajah,

Kita ingin menyelam agar tenggelam
tapi Tuhan mengangkat kita bersenang-senang
betapa Tuhan tetap baik
meski pikiran kita tak jua baik

Rabu, 02 Desember 2015

Hallo Desember

Hallo Desember, dengan segala keterakhiran aku ingin menyapamu sebagai kesempatan. Kesempatan yang selalu dinanti kemudian sebagian menangisi. Kesempatan yang setiap orang mengandaikan datang untuk kedua kali. Sedangkan kau hanyalah sebuah nama yang mewakili waktu. Waktu yang tidak pernah mundur. Waktu yang tidak pernah kenal kompromi.

Hallo Desember dan tahun yang meliputi. Banyak yang dihadiahkan Tuhan tak terkira. Bahagia dan derita kupikir sama saja. Hanya beda suasana. Terimakasih dan selalu terimakasih, itu kalimat yang pantas kupanjatkan. Tuhan terlalu baik

Minggu, 22 November 2015

Benarkah Mengalir Seperti Air?


Filosofi Hidup mengalir seperti air mungkin perlu dipertanyakan ulang. Bagaimana mungkin manusia yang punya potensi akal dan nurani akan berjalan begitu saja seperti hukum air yang pasrah terhadap ruang. "Air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah". Begitu  terus. Sampai akhirnya nanti air akan tergenang ketika tidak ada tempat yang lebih rendah untuk mengalir. Air akan berhenti. Bagaimana manusia??

Rabu, 18 November 2015

Pahlawanku, Guru Yang Semangat, Kreatif dan Ikhlas

Di kampung, sekolah itu tidak wajib punya fasilitas bagus, yang wajib adalah punya  guru-guru yang semangat, kreatif dan ikhlas tentunya. Apalah jadinya jika sekolah di kampung yang berdiri dengan segala keterbatasan tidak didampingi oleh guru-guru hebat? Bisa bubarlah pendidikan, mandeklah potensi anak-anak dan terkuburlah cita-citanya.

Untungnya ada guru-guru yang hebat, itulah yang Saya rasakan saat menempuh pendidikan dasar (Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah) di kampung dulu. Guru-guru yang tidak mengeluh saat gajinya telat (Sudah telat, sedikit pula!). Guru-guru yang tidak mengedepankan formalitas tapi mendorong substansi (pengalaman sekolah tanpa alas kaki karena banjir dan tidak pernah dipermasalahkan oleh guru). Guru-guru yang berbaur dengan muridnya dan menikmati setiap detik proses pembelajaran. Itulah sebabnya guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Saya sepakat!