Pagi.
Kopiku beku menjelma es batu. Keras dan dingin tak karuan.
Bibir yang retak mengucap do'a. Mengecup sisa-sisa cinta, atau luka.
Takdir telah bergulir dalam cangkir kopiku. Tuhan tidak bisa didemo.
Kekuasaan-Nya mutlak bukan hasil penghitungan suara.
Tuhan mau apa, terserah Dia.
Pahit, manis, dingin, panas, kunikmati kopiku.
Yang kutahu, cinta-Nya selalu menebar, lebih memikat dari aroma kopiku.
15 Maret 2017. Indonesia
Selasa, 14 Maret 2017
Minggu, 15 Januari 2017
Senin, 05 Desember 2016
Dan yang terpenting...
Kenapa takut menapaki jalanan ini? Puncak itu ada di atas maka dia perlu diraih. Kalau keinginanmu hanya basa-basi, tak perlu berniat mendaki. Mendaki itu butuh keseriusan, kesungguhan dan kesiapan. Dan yang terpenting, KEBERANIAN...
Minggu, 07 Agustus 2016
Yang Hilang
Matahari terbenam, dan aku limbung mencari yang hilang. Sesak, seperti menelan racun tapi tak kunjung mati.Mungkin begini pula rasanya seorang bayi saat meratapi kepergian ibunya. Hidup serasa putus, dunia berubah jadi gelap.
Kadang aku tak sadar tiba-tiba berada di suatu tempat. Gugup dan kebingungan. Lalu aku bertanya pada orang-orang sekitar. Mereka menjawab bahwa melihatku berjalan mengelilingi danau sejak matahari terbenam. Aku tampak mencari sesuatu sambil menekuri jalanan, tanpa alas kaki, kata mereka. Kemudian aku menertawakan diriku sendiri. Aku takut ditertawakan lebih dahulu. Aku curiga aku gila.
Selasa, 31 Mei 2016
Selasa, 26 April 2016
Cinta dan Kemerdekaan
Periksalah dulu hatimu untuk menilik esensi cinta. Jangan terburu-buru membanggakan diri sebagai pecinta yang maha. Karena mencintai bukan melulu soal menentukan cara. Ada banyak hal yang perlu diserap dari apa yang akan kita beri cinta. Soal kemerdekaan yang kita cinta, soal pilihannya dan soal kebahagiaannya tentu.
Minggu, 24 April 2016
Burung Pemadam Kebakaran
Saya mendengar fabel ini dari Profesor Yunan. Saat mendengarkannya bercerita, hati saya berbinar-binar penuh optimisme. Inilah yang dibutuhkan anak muda ketika memulai melangkah. Mungkin banyak kritik disana-sini saat kita berbuat. Prof. Yunan mengajarkan kita untuk terus berbuat.
Langganan:
Postingan (Atom)

