Sabtu, 02 April 2016

SIAPA YANG TERORIS, SIAPA YANG MENCIPTA TEROR

-Kawal Kasus Siyono-

Kalau kamu seorang istri, kemudian suamimu yang kamu tau dia seorang pekerja keras dan jujur, tiba-tiba disergap aparat bersenjata untuk alasan  yang sungguh hebat, yaitu “suamimu dianggap orang yang berpengaruh terhadap stabilitas Negara”, bagaimana perasaanmu? Kalau kamu seorang ibu, anak yang kamu dampingi pertumbuhannya sampai dia dewasa, sampai dia sanggup membaktikan dirinya padamu, tiba-tiba digeledah kasar dan dibawa pergi tanpa memberikan penjelasan yang terang, bagaimana kamu rasai detak jantungmu? Atau siapa pun kamu, bagaimanakah jika orang dekat yang senantiasa bersamamu, tiba-tiba dirampas dan dikembalikan dalam keadaan luka tak bernyawa, tanpa kamu tau sebabnya.

Rabu, 23 Maret 2016

Perjalanan Ikhlas


Ikhlas adalah sebuah proses perjalanan yang panjang. Ia bukan pemberian yang tiba-tiba. Ikhlas seperti menempuh jalan terjal, mendaki dan melelahkan. Saat itulah-saat jalan kita sudah berasa mentok, saat menyadari kita tak bisa lagi berbuat apa-apa, ikhlas kemudian datang pelan-pelan, bersama hadirnya sumber kekuatan yang tak pernah bisa dimiliki oleh makhluk dengan segala keterbatasan: manusia. Karena itu ikhlas hanya dipunyai oleh orang-orang yang sepenuhnya meyakini ada sumber kekuatan diluar dirinya, yaitu Tuhan. Tanpa keyakinan ini, manusia akan memasuki ruang hampa dan kemarahan besar pada dirinya sendiri. Marah pada kelemahannya, marah pada ketidakberdayaannya. 

Sabtu, 19 Maret 2016

Menaklukan Diri

Puncak Merbabu
Dalam setiap pertempuran selalu ada ambisi menaklukan. Dan dalam setiap penaklukan, yang paling sulit adalah menaklukan diri sendiri. Selalu ada pemberontakan tak masuk akal tapi dibenarkan oleh ego. Selalu ada seruan untuk membelakangi adab tapi kemudian diperturutkan oleh nafsu. Selalu ada kesempatan berbuat baik tapi kesombongan kita menampik. Selalu ada kesempatan kembali pada jalan-Nya tapi kedunguan kita menjauhkan. Ada apa dengan kita? Mengapa ego sulit ditaklukan, nafsu berontak saat ditundukan. Mengapa kecenderungan kita begitu besar untuk mencelakai diri sendiri?

Jumat, 11 Maret 2016

Jumat, 04 Maret 2016

Menjaga Niat Baik

Menjaga niat baik itu penting. Karena walaupun kita sudah berniat baik seringkali godaan untuk berbelok muncul di tengah jalan. Konsisten dan komitmen dengan apa yang sudah diniatkan adalah bekal mewujudkan niat itu sendiri.

Batavia, 5 Maret 2016

Kamis, 18 Februari 2016

Kunci-kunci Komunikasi [ I ]

[Part I) 
Setiap orang pengennya dimengerti  tapi gagal dalam mengkomunikasikan ingin dan maksudnya. Kegagalan kayak gini seringkali bikin frustasi, tak sedikit pula berujung bunuh diri. Ah tragis sekali kalau makhluk yang diciptakan dengan kepandaian komunikasi ini tidak bisa mendayagunakan kemampuannya. Semua dari kita sebenarnya bisa mengungkapkan isi hati, maksud pikiran dan sejuta-juta ingin. Persoalannya tinggal kita mau jujur atau tidak, mau terbuka atau tidak. Paling enggak, ketika kita jujur, orang yang menerima pesan jadi tau betul apa keinginan kita. Karena minimalnya tahu dulu kan..., adapun keputusan apa yang akan diambil adalah sebuah konsekuensi setelah penerima pesan tau apa maksud dari pemberi pesan.

Rabu, 17 Februari 2016

Pencapaian Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan hanya bisa diserap oleh orang-orang yang mencarinya dengan rendah hati. Karena kesombongan dan ujub akan menjadi penghalang terbesar obyektivitas. Ingat, belajarlah dengan rendah hati! Dengan begitu pikiranmu akan terbuka selebar-lebarnya untuk menerima kebenaran dan segala kemungkinan-kemungkinan yang Tuhan ciptakan (Dwi Setyowati)

Batavia, 17 Februari 2016